logo safety first Indonesia

PT Safety First Indonesia

Lagging Dan Leading Indicator Dalam Keselamatan Kerja

 

Halo Teman Safety kali ini kita akan membahas tentang Lagging dan Leading Indicator dalam keselamatan kerja. Simak dengan seksama ya!

Pada umumnya, penerapan keselamatan kerja di Indonesia diukur melalui seberapa banyak kecelakaan kerja yang terjadi dalam satu tahun. Para professional K3 akan melakukan tindakan semaksimal mungkin agar indikator kecelakaan tersebut selalu dalam posisi 0 atau zero accident. Namun, indikator kecelakaan tersebut tidak mencerminkan seberapa baik aktivitas pencegahan kecelakaan kerja yang kita lakukan, indikator tersebut hanya memberi tahu kita seberapa banyak orang yang luka dan seberapa parah.

Dalam ilmu keselamatan kerja modern, indikator keselamatan kerja seperti incident rate, lost time rate, severity rate adalah indikator yang disebut dengan indikator akhir (lagging indicator). Indikator akhir saja tidak cukup menggambarkan tingkat keselamatan kerja karena indikator tersebut sangat besar variasinya. Artinya, sebuah perusahaan bisa saja mendapatkan jumlah kecelakaan kerja yang berbeda setiap tahunnya meskipun jumlah kondisi dan perilaku tidak aman jumlahnya tetap konstan. Kadang, jumlah kecelakaan kerja yang tinggi tidak berarti tempat tersebut tidak aman tapi justru berarti tempat kerja tersebut sangat aman karena semua kecelakaan ,sekalipun hanya tergores kertas, dilaporkan oleh para pekerjanya.

Indikator akhir memang sangat mudah untuk diterapkan dan memang menjadi tujuan akhir dalam penerapan keselamatan kerja. Namun, tujuan akhir ini justru dapat menyimpan bahaya laten suatu saat nanti karena apabila tidak ada kecelakaan kerja di suatu tempat maka manager,supervisor, dan pekerja akan merasa tempatnya sudah aman padahal tidak ada peningkatan pengendalian risiko yang dilakukan. Akibatnya, kecelakaan kerja akan bisa muncul setiap saat.

Untuk itu, para ahli K3 internasional mengmbangkan indikator awal (leading indicator). Indikator awal merupakan elemen daripada peningkatan budaya K3. Indikator awal berfokus kepada seberapa baik tindakan pencegahan yang kita lakukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Indikator awal harus mencakup beberapa prinsip berikut:

  1. Menunjukkan seberapa banyak peningkatan yang kita lakukan meskipun kecil
  2. Mengukur secara positif terhadap apa yang pekerja lakukan versus apa yang gagal dilakukan
  3. Memungkinkan umpan balik secara terus menerus kepada semua orang tanpa birokrasi
  4. Menunjukkan secara baik performa yang dilakukan
  5. Meningkatkan pemecahan masalah keselamatan kerja secara konstruktif
  6. Secara jelas menunjukkan kebutuhan-kebutuhan untuk menjadi lebih baik
  7. Menunjukkan dampak versus keinginan

Contoh indikator awal yang dapat diterapkan dalam keselamatan kerja antara lain adalah:

  1. Latihan keselamatan kerja: Biasanya dihitung dari banyaknya manhours pelatihan namun lebih baik lagi apabila dapat mengukur jumlah orang yang dapat melakukan tugas-tugas yang dilatih dengan tingkat tertentu.
  2. Audit Keselamatan kerja. Hitunglah berapa persen tindakan perbaikan yang dapat dilakukan.
  3. Program budaya keselamatan kerja. Buatlah sebuah program yang dapat menghitung seberapa banyak perilaku aman, perilaku berisiko, kondisi berisiko, peningkatan dalam kepempinan keselamatan kerja, dan bahaya yang diidentifikasi serta berulang.
  4. Rapat K3. Dalam rapat K3, yang diukur adalah seberapa efektif meeting tersebut. Oleh karena itu, buatlah 3-5 kriteria untuk menggambarkan bahwa sebuah rapat efektif. Trend jumlah peserta rapat juga dapat menggambarkan seberapa efektif rapat.
  5. STOP / Safety Observation. Periksa apakah semua karyawan melakukan observasi terhadap bahaya yang berada di lingkungan kerja, apakah tersedia form yang harus diisi oleh tiap pekerja?
  6. HSE Mandatory Training. Periksa apakah semua karyawan baru terlebih dahulu mendapatkan HSE mandatory training? Apakah visitor juga mendapatkan induction saat ingin ke site?
  7. Project HSE Induction. Apakah setiap orang yang bergabung di project diberikan project HSE induction dahulu?
  8. Management Site Visit. Apakah team manajemen melakukan site visit secara periodic?
  9. HSE Management Walkthrough. Apakah team manajemen dan HSE personel melakukan walkthrough atau walkabout secara periodic?
  10. JSA Development / Risk Assessment. Apakah selalu dilakukan review dan update terhadap Risk assassment atau JSA yang ada di lapangan?
  11. Tool Box Talk. Apakah dilakukan tool box talk oleh setiap grup pekerja sebelum melakukan pekerjaan di area masing-masing?
  12. Emergency Drill. Apakah dilakukan pelatihan tanggap darurat.
  13. HSE Inspection. Apakah dilakukan program HSE inspection harian dan mingguan.
  14. HSE Audit. Apakah dilakukan HSE audit setaip 3 bulan sekali.
  15. PPE Compliance. Apakah semua karyawan mematuhi penggunaan APD yang dipesyaratkan.
  16. Medical Check Up Compliance. Apakah semua karyawan sudah melakukan pre-medical check up sebelum dihire oleh perusahaan dan melakukan annual medical check up secara berkala.
  17. HSE Recognition Program. Apakah ada program pemberian hadiah/reward kepada setiap pekerja dengan Best HSE Performance.
  18. HSE Lesson Learnt Sharing. Apakah ada dilakukan sharing lesson learnt terhadap kecelakaan – kecelakaan sebelumnya yang pernah terjadi.
  19. HSE Committee Meeting. Apakah dilakukan HSE Committee meeting 1 x dalam setiap bulan.
  20. HSE Internal Meeting. Apakah dilakukan HSE internal meeting minimal 1 x setiap seminggu.
  21. HSE Forum Meeting. Apakah ada forum grup HSE meeting.

Sementara yang termasuk ke dalam indikator akhir atau Lagging Indicator ialah sebagai berikut :

  1. Cost
  2. LTI Freq. Rate
  3. Recordable and Reportable FR
  4. Recordable & Reportable SR
  5. Emission Rate
  6. Of Regulatory Violations
  7. Of Unplanned Shutdowns
  8. Of Non-conformity

Kita tidak dapat memilih untuk menerapkan indikator awal atau akhir untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Kita harus menggunakan keduanya untuk benar-benar menggambarkan seberapa efektif program keselamatan kerja kita dan untuk memastikan semua pekerja dapat pulang ke rumahnya dalam kondisi tidak kurang suatu apapun.

Demikian penjelasan dari mimin tentang Lagging dan Leading Indicator dalam keselamatan kerja yang dirangkum oleh mimin dari berbagai sumber. Semoga Bermanfaat ya.


Safety Is My Life

PT SAFETY FIRST INDONESIA

Whatsapp 0822 – 4111 - 2918